Oleh Oyos Saroso H.N.*
Kalau kita bandingkan kedua karya sastra klasik dunia itu, tampaklah bahwa para sastrawan aliran klasik dibimbing oleh akal. Dalam dua puisi itu, tidak ada jiwa yang meledak-ledak yang ditunjukkan penyairnya. Juga tidak ada gambaran protes sang penyair terhadap realitas. Sang penyair berbicara tenang. Pikiran penyair seolah-olah dikendalikan oleh logika yang [...]