perempuan rembulan berambut aroma mawar
yang bergegas di hingar kota belukar
adalah anak panah yang dulu dilesatkan Ayah
dari busur Ibu
ia selalu mawar meski belukar telah melilitnya
dengan sulur berduri tanpa nyeri
ia tak ngerti jalan kembali
kerna tiap jejak telah ditumbuhi onak,
seling baja,misai keramat, dan cula badak
lelaki matahari yang menaklukkan
enam negeri peri dan mengarungi
tujuh belantara kota
adalah anak panah yang dulu dilesatkan Ayah
dari busur Ibu
sejak subuh hingga senja tersepuh warna tembaga
ia memintal nasib di antara serpihan badai,
gergaji besi, dan wajah-wajah pasi
Ibu dan Ayah tak pernah tahu
apakah perempuan dan lelaki itu
suatu waktu akan kembali
dengan luka sekujur tubuh tertikam belati
atau membawa setangkai mawar belukar
penghias kamar
Ibu adalah busur
sementara ayah pemanah agung
yang telanjur ditenung
menjadi remah-remah sulur
Januari—Februari 2007