barangkali engkau akan menjelma telaga
surga penampung air mata
atau
sekadar tempat beribu wajah
menikmati pukau bayang terbelah
tepat senja, saat matahari berlapis emas-tembaga,
seekor belipis akan mencecap airmu
tiap tetesnya
berubah mutiara berlapis suasa
barangkali
kaki jangkungnya segera mencelup palung
menangkap ikan-ikanmu
untuk dilemparkan ke balik gunung
kalau engkau telaga
seorang penyair akan menyihirmu diam-diam
menjadi tempat berlayar beribu kata
sementara
belasan belipis akan terus mengais mata penyair
hingga lepas dari kelopak
dan hanyut menuju hilir
–”tapi bukankah telaga itu tidak mengalir?”–
untunglah engkau bukan telaga
sehingga kita tak perlu cemas
orang-orang bergegas membasuh wajah
lalu dikutuk peri
untuk mencumbui diri sendiri!
Desember 2006