tak ada juga yang bisa menerka ganas angin pasat
ketika gigil pun tak tercatat di semua alamat
ganas badai tak mungkin bisa diuntai. hingga hujan
datang. juga puting beliung yang membuat semua orang linglung
mengantar banjir, menerjang nasib dari hulu sampai hilir
di belakang rumah, ayah menyiapkan ribuan kubur baru untuk ibu
sementara di dapur ibu, kutemukan daftar hari kematian saudara-saudaraku
hingga hari keseribu kematian saudara-saudaraku
aku tak pernah tahu mengapa ayah selalu menggali silsilah
dari kedung lumpur di dalam rumah
hujan pun tak kenal musim di kota ayah
dan aku pun tahu: jiwa tak selalu
karam hanya oleh gelombang…
Bandarlampung, Oktober 2006
tes