apakah yang kau tahu tentang rembulan?
di malam terang, terkadang, ibu mengupas kenangan
seperti nenek merebus ubi dengan kuali:
diuapkan dengan kukusan, saat mengepul dihidangkan
anak-anak duduk melingkar
di atas tikar pandan: sepiring buat ayah,
sepiring untuk si sulung, sepiring untuk si tengah,
sepiring lagi buat si bungsu
seperti biji randu tertiup angin, mereka saling merindu
dan beranak pinak sebanyak yang mereka ingin. tapi ibu,
si bungsu itu, tetap berada di dapur
dengan ritus sama: dapur, sumur, kasur
setiap paceklik tiba, ibu selalu merebus ubi
di pagi hari. juga menjelang bulan terang
“rebuslah aku,” kata kenangan
ibu menggeleng di muka tungku. kenangan pun
terus berbiak di dapur bersama ibu
yang terus membisu
Bandarlampung, Oktober 2006